Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Wednesday, December 29, 2010

Pemerintah Tidak Berniat ingin Menaikkan Harga BBM

Tadi saya sempet baca artikel mengenai Pemerintah yang tidak berniat menaikkan harga BBM. Kalau tidak salah Pemerintah memang selalu menaikkan harga BBM di seetiap tahun baru.

Namun, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan bahwa pemerintah tidak berniat menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) meski harga minyak mentah dunia diperkirakan bisa menembus 100 dollar AS pada 2011.

Pada 2011, Hatta menjelaskan, fokus utama kebijakan ekonomi pemerintah adalah pembangunan infrastruktur dan keterhubungan agar perekonomian bisa lebih efisien.

Selain itu, pemerintah juga akan memberi perhatian besar pada pembangunan industri manufaktur guna membangkitkan industri hilir agar Indonesia tidak lagi fokus pada eskpor barang-barang mentah.

Sektor pertanian dan perkembangan pun, kata Hatta, akan dikembangkan guna menjamin sumbangan devisa negara dan juga ketahanan pangan dan energi Indonesia.

Tapi menurut saya hal ini pasti hanya diawal saja, nantinya pun Pemerintah akan juga pasti menaikkan harganya. Tapi, kita berharap bahwa keputusan ini akan benar-benar dilaksanakan.

Wednesday, October 20, 2010

RI butuh ratusan triliun untuk Infrastruktur


Boediono mengatakan bahwa RI membutuhkan sekitar Rp 500 triliun untuk membangun infrastruktur. Menurut Boediono, pembangunan infrastruktur itu meliputi proyek-proyek pembuatan fasilitas publik seperti penerbangan, dan transportasi. Salah satu yang dibutuhkan untuk merealisasi pembangunan infrastruktur adalah pembuatan industri manufaktur.

Pemerintah Indonesia dengan terbuka mengajak, mengundang, dan meminta agar pengusaha China datang dan menanamkan investasinya ke Indonesia. Salah satu sektor dan membutuhkan dana yang tidak sedikit adalah bidang infrastruktur.

Sebenarnya RI tanpa harus meminta untuk negara lain menanamkan investasinya pun bisa, dengan cara tidak ada lagi praktik-praktik korupsi dana negara.



ref : http://bisnis.vivanews.com/news/read/183816-ri-butuh-rp500-triliun-bangun-infrastruktur

Monday, April 19, 2010

Pegadaian, solusi cepat saat membutuhan dana


Mungkin satu bulan kedepan adalah saat-saat memang kita membutuhkan dana yang cukup lumayan, contohnya seperti untuk pembayaran masuk sekolah. Namun untuk mendapatkan dana dengan cepat plus dengan bunga yang memang tidak terlalu tinggi. Banyak jasa yang menawarkan hal-hal tersebut, tapi terkadang bukannya untung namun malah buntung, dengan bunga yang bisa saja membengkak.

Ada solusi yang mungkin bisa sebagai bahan pertimbangan seperti kita bisa mencoba ke lemabaga keuangan seperti Pegadaian. Pegadaian memberikan solusi pendanaan dengan kita memberikan barang sebagai jaminan kita, selain itu bunga yang dibebankan cukup rendah, tidak terlalu tinggi. Seperti slogannya mengatasi masalah tanpa masalah.

Saat ini pegadaian mencoba untuk lebih mempermudah kita sebagai nasabah dengan mencoba membuka UPC-UPC. UPC adalah Unit Pembantu Cabang, dengan begitu nasabah bisa dengan mudah dapat menemukan cabang-cabang pegadaian tanpa perlu jauh-jauh dari rumah.

Tidak hanya itu sekarang pun pegadaian mencoba untuk dengan prinsip syariah. Dengan begitu pegadaian bisa kita perhitungkan apabila saat kita memang sedang membutuhkan pencairan dana dengan syarat yang tidak terlalu rumit.

Sunday, January 17, 2010

KOPERASI DALAM PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK

Pasar persaingan monopolistik (monopolistic competition) dapat diartikan sebagai pasar monopoli yang bersaing. Dari pengertian ini dapat disimpulkan bahwa, pasar suatu produk dikatakan berada keadaan persaingan monopolistik apabila dalam pasar tersebut terdapat ciri-ciri persaingan dan ciri monopoli. Hal ini disebabkan produk-produk yang dijual dipasar tidaklah homogen, tetapi masing-masing mempunyai daya substitusi satu sama lainnya.

Pasar persaingan monopolistik dalah bentuk dari organisasi pasar yang mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:
 Banyak penjual atau pengusaha dari suatu produk yang beragam.
 Produk yang dihasilkan tidak homogen.
 Ada produk substitusinya, artinya dapat digantikan penggunaanya secara sempurna oleh produk lain.
 Keluar atau masuk industri relatif mudah.
 Harga produk tidak sama di semua pasar, tetapi berbeda-beda sesuai dengan keinginan penjualnya.
 Pengusaha dan konsumen produk tertentu sama-sama bersaing, tetapi persaingan tersebut tidak sempurna karna produk yang dihasilkan tidak sama dalam banyak hal.


HUBUNGAN PASAR DENGAN KOPERASI

Ditinjau dari sisi produksi dan konsumsi, anggota koperasi dapat dikelompokkan menjadi Koperasi Produsen dan Koperasi Konsumen. Untuk memahami bagaimana hubungan kedua sisi ini ditinjau dari fungsi koperasi sebagai perusahaan yang melakukan transaksi bisnis dengan pasar, perlu digambarkan hubungan ekonomi pasar dengan produsen bergabung dengan koperasi dan yang tidak bergabung dengan koperasi.

Hubungan Produsen dengan Pasar tanpa Koperasi

Hubungan produsen dengan pasar tanpa koperasi dapat digambarkan sebagai berikut. Misalnya Produsen (P) yang menghasilakn kakao akan menjual produksinya ke pasar (Konsumen C). Dalam hal ini Produsen P dan Konsumen C tidak terintegrasi atau tidak saling mengetahui dengan baik. Oleh karena itu, peran pedagang (T) adalah sangat strategis untuk menjembatani kepentingan ekonomi kedua belah pihak, seperti peraga dibawah ini.
























Peraga diatas menunjukkan bahwa, produsen P akan menjual produksinya ke pedagang T atau sebaliknya, pedagang T yang membeli dari produsen P. Yang menarik untuk diamati di sini ialah bahwa, hubungan P dan T diatur menurut mekanisme pasar, yaitu melalui kekuatan penawaran (supply) dan permintaan (demand).


Hubungan Produsen Anggota Koperasi dengan Pasar

Menurut konsep koperasi, sekelompok orang baik itu sebagai produsen maupun sebagai konsumen yang mempunyai kepentingan ekonomi yang sama dapat membentuk perusahaan koperasi. Adanya persamaan kepentingan ekonomi ini membentuk “hubungan khusus” antara anggota koperasi dengan perusahaannya yang disebut koperasi. Hubungan khusus yang dimaksudkan di sini dapat dilihat pada peraga.


















Peraga memperlihatkan hubungan ekonomi yang terjadi menyangkut tiga pihak yaitu:
 Produsen (P1,P2,P3,dan seterusnya) yang juga anggota koperasi sebagai unit ekonomi
 Perusahaan koperasi yang menjual produksi anggota
 Pasar (konsumsi C)

Sebenarnya produsen/anggota koperasi sendiri dapat berhubungan langsung ke pasar
untuk menjual produksinya, tetapi karena pertimbangan efisiensi atau adanya keuntungan ekonomis dan nonekonomis yabg lebih besar, mereka menyerahkan pemasarannya kepada koperasi. Dengan demikian, koperasi mengambil alih fungsi pemasaran atau penjualan yang semula dilakukan secara sendiri oleh produsen tersebut. Selanjutnya koperasinya yang berinteraksi atau melakukan lobi bisnis dengan pasar atau konsumen C untuk memasarkan produksi anggotanya.
Dalam pemasaran produk anggota, perusahaan koperasi dan anggotanya telah terikat dengan kesatuan organisasi koperasi. Ada hubungan perserikatan yang dibangun berdasarkan kebersamaan dan kekeluargaan dalam lingkungan yang demokratis.
Sebagai konsekuensi logis dari hubungan ini, maka keuntungan ekonomis yang diperoleh dari pemasaran bersama melalui perusahaan koperasi tersebut akan jatuh langsung ke tangan anggota. Namun sebaliknya, bila koperasi mengalami kerugian, anggota pun akan ikut menanggungnya.
Dalam hal ini kedudukan produsen P1,P2,P3, dan seterusnya tidak lagi terpisah dengan perusahaan yang memasarkannya yaitu koperasi, karena perusahaan koperasi tersebut adalah milik bersama para produsen. Denagn demikian, hubungan ekonomi antara produsen P dengan perusahaan koperasi tidak lagi berdasarkan mekanisme pasar, melainkan diatur oleh nilai, norma, dan prinsip-prinsip koperasi itu sendiri.